Kamis, 13 November 2014

Ritual Menahan Jatuhnya Hujan (Nyarang Hujan)



Oleh Budi Siswanto

Dalam Kaweruh Jendra Hayuningrat, setidaknya diajarkan dua tradisi ritual tolak hujan. Pada umumnya pawang tidak diperkenankan menyentuh air dan harus puasa ngebleng (tidak makan, minum dan tidur). Sebaliknya, jika yang diminta adalah datangnya hujan, maka yang dilakukan harus banyak kungkum (berendam) di sungai sambil membaca mantranya. Untuk memiliki ilmu ini, sebelumnya harus tirakat sehari semalam pada hari Kamis tepatnya di bulan Suro
mantranya : Wahyu Jendra Hayuningrat, Hyang Agung, Hyang Sukma, Guru Sejati…Bathara Surya, Surya Kantha, Danyang smorobumi-ne desa..........(nama desa), Kulo asung dhaharan gondho arum, sekar arum lan oborampe wujud cuk bakal, saperlu nyuwun tulung, silak-aken mendung pedut kang wonten sak ndhuwure desa..............(nama desa), pinaringan bentere sonare sang Bathara Surya. Langite padang njinglang, hawane panas ngenthak-ngenthak. Lalu baca : (Wa’iya kanas sta’in wujudku byak-byak-byak, alamtaro kaifa-fa Allahrobukah byas-byas-byas. 222x)
Sedangkan jika tujuannya untuk meminta turunnya hujan, mantranya dirubah; …Bathara Surya, Surya Kantha, Danyang…(nama desa), Saya minta bantuanmu mendatangkan hujan, pinaringan kringete sang Bathara Surya. Ketika ada orang datang minta bantuan menyingkirkan atau mendatangkan hujan, mintalah agar membawa sebungkus rokok apa saja boleh jenis rokoknya.
Lelaku atau persyaratan :
Pertama, Siapakan sesaji : Cuk bakal, nasi rasul, sekar telon, gula dan bubuk kopi, damar kambang, tosan aji atau gaman-gaman lainya kalau ada.
Lalu Anda berdiri di tengah halaman rumah. Baca mantranya tiga kali, diakhiri dengan menghisap asap rokok yang dibawakan oleh tamu yang memohon panerang Hujan. Dan dengan begitu anda berarrti menyetujui mem-pawangi hujan, dengan waktu yang ditentukan agar hujan itu menyingkir atau datang. Maka anda harus melakukan pantangan tidak makan, minum dan tidak tidur. Itupun masih ditambah menjauhi air (jika menyingkirkan hujan) dan banyak kungkum (jika mendatangkan hujan).
Larangan Pelaku atau pemohon dalam memindahkan hujan:

Ø  Dilarang mandi selama menghendaki cuaca tetap kering
Ø  Dilarang merendam apapun, seperti : Baju, Handuk, sapu-tangan, Piring di Cucian piring, Rebusan telor, cabe atau bumbu masak lainya.
Ø  Dilarang mencuci baju, cuci sepeda motor, menyiram tanaman di pot dan ngepel rumah.
Ø  Setiap minum sebaiknya jangan disisakan, langsung habis. Jika kepentingannya menyangkut harkat orang banyak, sebaiknya puasa 12 jam selama pelaksanaan.
Ø  Jangan tidur dengan di sengaja ataupun tidak sengaja.

Kedua, berziarah ke makam leluhur orang yang minta bantuan. Saat berziarah juga melakukanlah ritual ziarah. Membaca doa-doa dan bertawasul, seolah-olah berbicara dengan arwah orang yang sedang diziarahi, “Eyang karena panjenengan sudah tidak makan nasi dan garam, dan tiap hari panjenengan makan doa, maka kekuatan batin panjenengan tentu lebih kuat. Karena itu, saya mohon bantuan dalamn doa, agar apa yang saya lakukan dapat menghalau atau mendatangkan hujan ini, dikabulkan oleh Gusti.”
Pulang dari ziarah,mendatangi ke rumah orang yang minta bantuan itu. Mintalah sekepal nasi dan garam kasar dan membaca Gusti…batalkan jawah nipun. Gusti…batalkan jawah nipun, Gusti…batalkan jawah nipun.
Sebaliknya, jika yang dikehendaki orang yang minta bantuan itu datangnya hujan, ucapannya diganti menjadi : “Gusti….., siosaken  jawah hujan. Gusti….., siosaken  jawah hujan. Gusti….., siosaken  jawah hujan

Setelah itu, nasi dan garam kasar itu dibuang di atas genteng. Jika rumahnya terdiri dari dua bangunan, maka tempat yang dipilih adalah atas genteng bagian tengah, dilanjutkan dengan mengucapkan niat yang susunan katanya diciptakan sendiri. Dengan tujuan, mohon diberi kemampuan oleh Tuhan agar hujan yang semestinya turun, untuk sementara disingkirkan ke arah barat desa yang paling jauh, begitu halnya untuk arah utara, timur dan selatan. Sebenarnya dalam melakukan ilmu ini, tidak perlu puasa. Cukup berpantang tidak makan dan minum di rumah orang yang mem-minta bantuan.

Namun jika ingin melakukan puasa sebagai bentuk dari kesungguhan dalam meminta kepada Tuhan itu lebih bagus, ya itung-itung latihan ikhlas membantu orang lain. Perlu di ingat.... Sesungguhnya hanya Tuhan yang dapat memberhentikan hujan.

Salam _()_ Rahayu

Tidak ada komentar: